Tingginya tuntutan hidup modern membuat kita seringkali terjebak dalam alur pikiran yang berlebihan, atau yang lebih dikenal dengan sebutan overthinking.
Ketika overthinking, kita akan terus-menerus memutar pikiran tentang masalah, membayangkan kemungkinan-kemungkinan terburuk, atau memikirkan hal-hal yang sebenarnya tak terlalu penting.
Overthinking bukan hanya sangat melelahkan karena kecemasan yang berlebihan, tapi juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari akibat stres.
Apa yang menyebabkan overthinking?
Penyebabnya cukup beragam, diantaranya adalah tekanan atau tuntutan hidup, trauma di masa lalu, sering menyendiri sambil memikirkan hal-hal negatif, dan lain-lain.
Overthinking biasanya dipicu oleh rasa cemas yang berlebihan atau kurang percaya diri. Mereka selalu gusar dan gelisah karena pikirannya terus menerus mencari jawaban dari semua kekhawatirannya.
Bagaimana cara menghilangkan overthinking?
1. Butterfly Hug
Menurut psikolog klinis Sabrina Maidah M.Psi dalam wawancaranya dengan wolipop, menepuk pundak dan mengelus untuk membuat diri menjadi lebih tenang dan nyaman disebut butterfly hug.
"Itu adalah selfsoothing paling mudah dilakukan supaya diri menjadi lebih tenang dan nyaman. Caranya adalah menyilangkan tangan ke kedua bahu, sambil mengelus, dan menarik napas dikeluarkan perlahan," terang Sabrina.
2. Batasi Informasi Negatif
Terlalu banyak informasi atau berita negatif bisa memperburuk kondisi overthinking. Atur batasan untuk waktu dan sumber informasi yang kamu terima. Terlalu lama menggunakan gadget juga bisa berpengaruh menurunkan kesehatan mental, apalagi jika kita sering membandingkan diri kita dengan kesusksesan orang lain yang kita lihat di medsos.
3. Cari Dukungan Sosial
Bicarakan tentang apa yang kamu alami dengan orang-orang terdekat seperti teman atau keluarga. ,Siapa tahu dengan menceritakan apa yang membebani pikiran kita kepada mereka, stres kita bisa berkurang. Pilihlah orang-orang yang bisa kamu percaya dan tidak menambah beban pikiran yaa. Jika kamu merasa tak mampu mengatasi stres seorang diri, jangan ragu untuk mendapatkan bantuan dari profesional seperti konseling dengan psikolog atau psikiater.***